Senin, 30 Maret 2020

TARBOTI MEMUDAHKAN SISWA LATIHAN MEMUKUL BOLA KASTI 2



Pengalaman Belajar
Pada pembelajaran materi permainan bola kecil, siswa kelas IV banyak mengalami kesulitan dalam pembelajaran permainan kasti, utamanya dalam memukul bola. Sebagian besar siswa kurang puas dengan lemparan bola dari temannya, sehingga dalam memainkan bola kasti jadi kurang semangat. Salah satu siswa perempuan bernama Nindi mengajukan pertanyaan kepada guru “Pak, apakah boleh dalam permainan kasti bola tidak dilemparkan oleh teman?”. Sebagai guru tentu menjelaskan peraturan kasti yang benar, bahwa dalam permainan ini bola harus dilemparkan oleh pelempar. Akan tetapi Nindi selalu tidak bisa memukul bola, hal tersebut dikarenakan Nindi adalah siswa perempuan yang bertubuh mungil, sehingga dalam mengayunkan alat pemukul kurang maksimal.
Dari pengalaman tersebut, setelah pembelajaran selesai semua anak dikumpulkan dan diajak untuk berdiskusi memecahkan masalah sulitnya memukul bola kasti dari pelempar. Kemudian saya meminta Nindi untuk maju kedepan dan memperagakan memukul bola kasti, kali ini bola tidak dilempar oleh teman dari arah yang berlawanan, tetapi saya sebagai pendidik menggunakan cara lain yang lebih memudahkan siswa, yaitu dengan melambungkan dari bawah secara pelan-pelan. Ternyata teknik seperti ini membuat Nindi dan beberapa teman lain lebih mudah dalam memukul bola.

IDE PEMBUATAN
Ide pembuatan media pembelajaran ini didasarkan pada pengalaman pembelajaran permainan bola kasti yang awalnya salah satu murid sangat kesulitan dalam memukul bola kasti. Dari pengalaman tersebut murid mengajukan pertanyaan, bola kasti yang dilempar apakah boleh bola tersebut dilambungkan sendiri terus dipukul, karena merasa kesulitan apabila bola arahnya dari pelempar. Setelah guru dan murid berdiskusi bagaimana mendapatkan solusi untuk murid yang kesusahan memukul bola dari pelempar, akhirnya menemukan cara bahwa bola dilempar dari bawah. Akan tetapi cara ini tidak efektif, dan munculah ide pembuatan alat bantu pelontar bola kasti.
Media pembelajaran yang dikembangkan pada karya inovasi adalah alat bantu sederhana yang mengacu pada kearifan lokal. Ide dasar pengembangan media pembelajaran dengan lingkup karya kearifan lokal adalah banyaknya warga sekitar sekolah yang berprofesi sebagai pengusaha mebel, sehingga banyak sisa potongan bambu dan kayu yang dapat dipergunakan untuk membuat alat Pelontar Bola Kasti (TARBOTI).
Dalam membuat rancangan alat pelontar bola kasti, tidak langsung sekaligus jadi. Akan tetapi melalui beberapa tahap dalam penyempurnaan. Karena alat tersebut banyak kekurangan dalam pembelajaran, akhirnya dilakukan penyempurnaan supaya dalam pembelajaran memukul bola kasti anak tidak kesulitan, mudah menggunakan, dan tidak mempersulit ketika ada anak yang memukul kidal. Kurang lebih 2 minggu untuk mendapatkan ide bagaimana alat ini mudah dalam pembuatan, mudah mencari bahan, mudah digunakan siswa, dan siswa akan merasa senang dalam melaksanakan pembelajaran.
Pada tahap penyempurnaan, rancangan karya media pembelajaran Pelontar Bola Kasti (TARBOTI) yang diaplikasikan pada pembelajaran permainan bola kasti tetap menggunakan bahan sekitar yang mudah didapat dan ramah lingkungan. Bahan yang digunakan antara lain:
a.  Kayu
b.  Bambu
c.   Karet ban bekas
d.  Wadah bola tenis bekas
e.  Sisa potongan besi
f.    Besi penyangga
g.  Per
h.  baut
Pada rancangan inovasi pembelajaran TARBOTI menggunakan bahan dengan kearifan lokal. Semua bahan yang digunakan mudah ditemukan disekitar kita dan aman. Kayu pijakan pelontar yang sekali dipijak akan menghasilkan lontaran bola kasti yang tinggi dan jarak lontaran sudah disesuikan dengan peserta didik sehingga alat ini mudah digunakan untuk pembelajaran memukul bola kasti. Penggunaan media pembelajaran ini memungkinkan peserta didik belajar melalui aktivitas pengulangan gerak dengan intensitas sesering mungkin sehingga akan menghasilkan pola gerak dasar yang terotomatisasi.
Keunikan karya inovasi pembelajaran Tarboti terletak pada alat yang sekali dipijak langsung melontarkan bola sehingga anak akan mendapatkan pengalaman belajar baru, yaitu tanpa harus menunggu dari pelempar. Selain hal tersebut peserta didik dapat melakukan pembelajaran secara mandiri dan sesering mungkin, hal ini menjadikan pola gerak dasar yang terbentuk akan semakin baik karena otomatisasi gerak yang semakin sempurna.
Fungsi dan penggunaan karya inovasi ini adalah untuk mengganti pelempar dalam permainan bola kasti dalam pembelajaran. Pelempar yang dalam melambungkan bola tidak selalu tepat pada pemukul akan memberikan pengalaman belajar yang kurang menyenangkan. Dengan alat pelontar ini anak akan semakin senang dan termotivasi untuk selalu meningkatkan proses belajar memukul bola kasti.



PROSES PEMBUATAN
Pemilihan bahan pada proses pembuatan menggunakan bahan yang mudah didapatkan disekitar lingkungan sekolah. Proses pertama memilih bambu apus yang sudah tua dan kering, pemilihan bambu apus adalah kuat dan tahan terhadap segala cuaca. Setelah mendapat bambu yang diinginkan selanjutnya dipotong sesuai dengan tinggi 19 cm. Selanjutnya memotong kayu sebagai pelontar ukuran 1 x 2cm panjangnya 31cm. Kayu sebagai tempat penyangga ukuran 4 x 6cm panjang 31cm, dudukan penyangga dibuat segi empat dengan masing-masing sisi panjang 30cm dan lebar 17cm. Bahan untuk pegas pelontar menggunakan karet ban bekas yang dipotong dengan lebar 3 cm dengan panjang 75 cm. Untuk pendorong kunci menggunakan kayu dengan ukuran 0,5 x 1cm yang dipasang pada sisi samping kanan kiri tiang penyangga dengan panjang 40cm. Besi untuk pengunci dari besi bekas sisa bangunan sekolah yang dibentuk segitiga.
Untuk bahan yang dibeli adalah besi penyangga berbentuk L sebanyak dua buah untuk menyangga bambu pada kayu dudukan, dua buah per kecil yang berfungsi memposisikan kayu pendorong kunci dapat maju mundur otomatis, paku untuk menggabungkan dudukan segiempat, baut untuk mengunci besi L penyangga bambu dan kayu, roda rel pintu geser sebagai tempat senar untuk menarik kayu pengunci. Bambu penyangga dilubangi pada dua sisi untuk tempat kayu pelontar. Kayu pelontar pada bagian tengah dilubangi sebagai tempat baut agar tidak lepas. Bambu penyangga dikaitkan dengan besi L dengan kayu dudukan. Tempat bola dari wadah bekas bola tenis dipotong setinggi bola tenis atau 8cm dipasang pada ujung depan kayu pelontar. Ujung kayu pelontar dilubangi untuk memasang kunci pelontar yang dibentuk segitiga. Pada pangkal kayu pelontar dipasang karet ban bekas sebagai pegas pelontar bola. Pembuka kunci adalah kayu pada sisi samping kanan dan kiri bambu penyangga yang ujung depan diberi kayu pendorong kunci yang fungsinya adalah melepaskan besi pengait. Pada ujung belakang kayu pembuka kunci diberi kayu membujur sebagai penarik kayu yang dihubungkan dengan pijakan. Pijakan ini dihubungkan dengan tali dari senar raket tenis bekas yang apabila diinjak akan mengerakkan kayu pembuka kunci kedepan, sehingga ujung kayu pembuka kunci mendorong besi pengait yang nantinya terlepas dan bola akan terlontar.
Uji coba alat pelontar untuk mengukur seberapa efekif alat ini digunakan dalam pembelajaran. Uji coba dimulai dari siswa memasang bola pada alat, hal ini diperlukan untuk mengukur berapa lama waktu yang digunakan siswa mulai dari berdiri dibelakang alat sampai bola terpasang. Setelah memasang bola menguji ketinggian dan jauhnya jangkauan bola. Dalam pengujian Tarboti dengan obyek siswa kelas 4 SDN 3 Ketos Kecamatan Paranggupito Kabupaten Wonogiri, siswa satu per satu diambil catatan waktunya dalam memasang bola, apakah dalam memasang bola siswa merasa kesulitan atau tidak. Setelah dicatat waktu rata-rata dalam memasang bola adalah 4,61 detik. Untuk ketinggian bola diambil dari rata-rata tinggi bahu seluruh siswa. Sedangkan jauhnya jangkauan pukulan diambil dari rata-rata panjang lengan ditambah alat pemukul. Rata-rata ketinggian bola adalah 138 cm dan rata-rata jauhnya jangkauan pukulan adalah 113 cm.


Posting Komentar