Senin, 30 Maret 2020

TARBOTI MEMUDAHKAN SISWA LATIHAN MEMUKUL BOLA KASTI 1



Pendidikan Jasmani merupakan bagian integral dari sistem pendidikan. Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatanTujuan umum pendidikan jasmani di sekolah dasar adalah memacu pada pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, emosional dan sosial yang selaras dalam upaya membentuk dan mengembangkan kemampuan gerak dasar, menanamkan nilai, sikap dan membiasakan hidup sehat.
Olahraga permainan merupakan salah satu cabang olahraga yang diajarkan dalam pendidikan jasmani. Maksud dan tujuan diajarkannya cabang olahraga permainan yaitu, untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan siswa serta mengembangkan potensi peserta didikPembelajaran dapat berjalan dengan baik apabila sarana dan prasarana penunjang tersedia sesuai dengan kebutuhan, tetapi alat peraga yang diberikan tidak seperti yang diharapkan. Jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah siswa. Jika dipaksakan menggunakan alat peraga yang ada sudah barang tentunya hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan. Keaktifan siswa dalam pembelajaran juga tidak akan maksimal, sehingga timbul kebosanan pada diri siswa pada pelajaran penjasorkes.
Media pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam menumbuhkan semangat belajar, dimana pembelajaran tersebut menjadi aktif, siswa merasa senang dalam menerima pelajaran, guru dan siswa selalu tertantang untuk lebih kreatif, serta perasaan gembira dan menyenangkan dalam setiap pembelajaran. Selain hal tersebut pembentukan karakter peserta didik sangatlah penting, sehingga dari peserta didik akan muncul karakter yang jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri.
Jika menggunakan dana disekolah untuk membeli tambahan alat pembelajaran dimungkinkan tidak semua dapat terpenuhi, karena dana sekolah sudah direncanakan untuk keperluan sekolah yang lain. Kalaupun bisa, diperkirakan tidak mencukupi dengan jumlah siswa. Oleh karena itu sebagai guru harus menciptakan kreatifitas merancang sebuah alat peraga yang murah, awet, aman, dan dapat dibuat oleh setiap siswa dirumah. Dan kalua bisa memanfaatkan barang bekas dari daerah sekitar.
Permainan kasti merupakan salah satu olahraga populer di Indonesia yang sudah lama digemari oleh semua kalangan. Permainan kasti sering dilombakan antar sekolah, sehingga permainan ini sangat terkenal dan diajarkan di sekolah-sekolah. Kasti adalah olahraga beregu dengan satu bola kecil (bola tenis) dan satu alat pemukul.
Pelajaran penjasorkes pada materi permainan kasti dapat dikatakan sebagai materi yang mudah dan sangat disenangi siswa. Namun dalam menguasai teknik dasar memukul bola kasti tidak semua siswa bisa langsung mengkoordinasikan gerakan antara mata, tangan dan ketepatan pukulan. Berdasarkan kenyataan tersebut diperlukan sebuah alat bantu alat peraga dalam pembelajaran untuk mempermudah peserta didik khususnya dalam menguasai gerakan memukul bola kasti.


Alat Peraga Tarboti
Tarboti merupakan akronim dari Pelontar Bola Kasti. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Kemdikbud, 2012-2019) pelontar adalah alat dan sebagainya untuk melontar, bola adalah benda bulat terbuat dari karet dan sebagainya untuk bermain-main, dan kasti adalah permainan olahraga beregu dengan satu bola kecil (bola tenis) dan satu alat pemukul.
Konsep pengembangan karya inovasi ini bermula dari sulitnya memukul bola kasti yang dilemparkan oleh teman. Walaupun pemukul sudah memberi isyarat tinggi rendahnya bola, akan tetapi masih ada lagi kendala yang dihadapi siswa yaitu timing dalam menentukan tepatnya bola saat mengenai pemukul. Bola kasti sulit dipukul karena beberapa faktor, diantaranya adalah:
1.  Kecepatan bola dari pelempar.
Bola akan mudah dipukul apabila pelempar dalam melemparkan bola dengan kecepatan sedang dan sesuai dengan permintaan pemukul. Apabila bola dilemparkan terlalu cepat akan mempersulit pemukul sehingga permainan sulit berkembang.
2.  Tinggi rendah bola.
Dalam melempar bola kasti tinggi rendah bola akan sangat berpengaruh pada kerasnya pukulan. Ketinggian bola diminta pemukul dengan isyarat tangan yang tidak memegang alat pemukul diacungkan kedepan. Akan tetapi pelempar kadang-kadang kurang mempunyai ketrampilan yang baik dalam memberi umpan.


Dari permasalahan tersebut disimpulkan bahwa banyaknya siswa yang kurang dari jumlah pemain kasti mengharuskan guru memodifikasi permainan agar dapat berjalan dengan baik. Dikembangkannya alat peraga Tarboti ini bertujuan untuk melatih siswa dalam membiasakan memukul bola kasti dengan intensitas sesering mungkin sehingga bola yang dilempar baik dengan kecepatan serta tinggi rendah bola akan mudah dikuasai. Dalam melempar bola diperlukan pelempar yang benar-benar mempunyai gerak motorik yang baik, tetapi tidak semua siswa dapat menguasai hal tersebut. Permasalahan yang sering timbul dalam memukul adalah kombinasi kecepatan serta tinggi rendah bola dari pelempar yang membuat pemukul kadang merasa jengkel.









2 komentar:

  1. Woowww..... Kereeeennnn...
    Luar biasa.
    Guru hebat dg karya yg hebat
    Terus berkarya, Pak Guru!!

    BalasHapus