Rabu, 18 Maret 2020

OLAHRAGA PERMAINAN MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK

Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan. Tujuan umum pendidikan jasmani di sekolah dasar adalah memacu pada pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, emosional dan sosial yang selaras dalam upaya membentuk dan mengembangkan kemampuan gerak dasar, menanamkan nilai, sikap dan membiasakan hidup sehat. Olahraga permainan merupakan salah satu cabang olahraga yang diajarkan dalam pendidikan jasmani. Maksud dan tujuan diajarkannya cabang permainan yaitu untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan siswa serta mengenalkan permainan yang dapat menumbuhkan semangat aktivitas psikomotorik.



KELAS 1
Selama tahun pertamanya sekolah, anak akan memperlihatkan peningkatan dalam stamina dan kemampuan koordinasi tubuh. Pada masa ini, otot besar di lengan dan kakinya lebih cepat dari otot kecil, sehingga kemampuan motorik kasarnya akan terlihat lebih menonjol daripada kemampuan motorik halus. Di akhir kelas 1, umumnya anak sudah memiliki kemampuan motorik seperti berikut ini: • Koordinasi mata dan tangan yang semakin baik, sehingga sudah cukup lancar mengikat tali sepatu dan mengancingkan baju sendiri. • Bisa menari selaras dengan irama musik, juga melakukan gerakan seperti berputar di satu tempat. • Melempar dan menangkap bola, dengan satu atau dua tangan. • Meniru bentuk dan angka, juga menulis lebih rapih dan lebih terbaca. • Sudah bisa menggunakan sendok dan garpu dengan baik. • Bisa melakukan tugas rumah tangga sederhana seperti menyapu dan membereskan tempat tidur.

KELAS 2 dan 3
Setelah naik ke kelas dua dan tiga, anak sudah semakin terbiasa dengan rutinitas dan aktivitas sekolah. Mengutip parenttoolkit.com, di usia ini perkembangan motorik kasar anak sudah hampir berkembang sempurna. Kemampuan motorik halus anak juga umumnya terlihat sudah semakin terasah, sehingga terlihat lebih berhati-hati dan mandiri. Di akhir kelas 3, umumnya anak sudah bisa melakukan berbagai hal berikut: • Memakai baju dan sepatu sendiri tanpa dibantu. • Mengendarai sepeda tanpa roda bantu. • Bergerak dan beraktivitas dengan lebih mulus dan awas. • Mengejar dan melakukan olahraga kelompok. • Bisa menggunakan perkakas, seperti palu atau obeng dengan pengawasan orang dewasa. • Memegang alat tulis lebih mantap dan menulis lebih rapi.

Kelas 4 dan 5
Memasuki kelas 4 dan 5, secara umum hampir semua anak akan mengalami percepatan pertumbuhan atau growth spurt. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, anak perempuan umumnya lebih matang secara fisik dan beberapa diantaranya mulai memasuki masa puber. Perkembangan motorik anak SD kelas empat dan lima bisa terlihat dari frekuensi aktivitas fisik yang lebih intens, lebih mahir melakukan gerakan olahraga dan membuat prakarya, juga bisa menggunakan perkakas dan peralatan yang lebih sulit. KELAS 6 Perkembangan motorik anak SD kelas enam bisa dikatakan sudah sempurna dan menyeluruh. Di usia ini, Moms mungkin akan melihat anak mulai lebih banyak makan, bicara, dan beraktivitas fisik untuk menyalurkan energi dan staminanya yang semakin tinggi. Secara fisik, mulai tampak perubahan jelas antara anak laki-laki dan perempuan. Anak juga sudah bisa melakukan tugas rumah tangga yang lebih rumit, seperti memasak hidangan sederhana, mencuci piring, membersihkan mobil/jendela, membersihkan kamar mandi, juga mencuci dan melipat baju sendiri.

Posting Komentar